hukum-kriminal

Wakapolri : Masjid Bukan Tempat Kampanye

Kamis, 8 Maret 2018 | 19:41 WIB
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin/net

KanalBekasi.com - Penyebaran Isu SARA dan Hoax melalui media sosial menjelang tahun politik 2018-2019, telah diantisipasi melalui tim siber Polri.


Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengatakan, Masjid memiliki peran penting untuk mendewasakan demokrasi di Indonesia.


Dalam Sambutannya Wakapolri mengingatkan  dan mengimbau kepada masyarakat agar memisahkan Masjid sebagai tempat ibadah dari urusan politik.


Masjid harus kembali pada fitrahnya sebagai tempat beribadah. “Tolong pisahkan fungsi masjid dan kegiatan berpolitik,” kata Syafrudin acara diskusi ‘Peran Masjid, Mubalig dan Politisi Muslim dalam Mengawasi Pilkada Serentak’ di di Masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat, Rabu (7/3).


Dalam penjelasannya Wakapolri memberikan atensi tentang beberapa isu perpecahan yang semakin meruncing akhir-akhir ini. Perbedaan pendapat dan perbedaan memilih adalah hal biasa dalam berdemokrasi.


“Peran masjid, mubalig, dan politikus muslim, ketiganya bukan untuk dibenturkan. Masjid punya peran penting dalam kehidupan demokrasi,” kata Wakapolri yang juga sebagai Waketum Dewan Masjid (DMI).(sgr)

Tags

Terkini