hukum-kriminal

Libatkan Anak dan Perempuan, Aksi Teroris di Yakini Miliki Pesan Khusus

Rabu, 16 Mei 2018 | 07:26 WIB

Fenomena bom bunuh diri dengan melibatkan perempuan dan anak-anak yang terjadi di Surabaya, menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, merupakan aksi pertama kali yang terjadi di Indonesia

Menurut Tito Karnavian, pelaku serangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya adalah satu keluarga. Satu keluarga itu merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Surabaya.

“Mereka adalah satu kelompok dengan keluarga Dita Oepriarto yang melakukan bom bunuh diri di tiga tempat ibadah Surabaya pada 13 Mei 2018.” ujar Tito di Surabaya (13/5/2016) lalu.

Pesan Khusus

Pesan Khusus Teroris dan Makna Simbul Perempuan dan Anak
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: kenapa fenomena bom bunuh diri yang melibatkan perempuan dan anak-anak kini terjadi di Indonesia? Adakah pesan khusus yang ingin mereka sampaikan melalui simbul pelibatan perempuan dan anak-anak?

Mantan narapidana teroris yang sudah mengalami deradikalisasi, Sofyan Tsauri, punya informasi menarik terkait munculnya fenomena bom bunuh diri yang melibatkan perempuan dan anak-anak tersebut. Menurut Sofyan Tsauri, aksi teroris dengan melibatkan perempuan dan anak-anak sudah biasa terjadi di Irak dan Suriah. Pelakunya biasanya adalah janda-janda yang suaminya terbunuh, bahkan ada yang jadi otak penyerangan.

“Di balik keterlibatan perempuan dan anak-anak itu ditengarai ada pesan khusus yang hendak disampaikan pada kaum radikal lainnya. Adanya pelaku wanita dan anak bisa jadi sebagai pesan untuk para pria, agar bisa lebih giat melakukan perlawanan.” Kata Sauri ketika di temui di studio MetroTV, Selasa (15/5/2018).

Menurut Sauri Pesannya jelas, wanita saja bisa. Ini provokasi, agar para pria bisa lebih giat lakukan perlawanan pada pemerintah atau target.

“Kerelaan perempuan dan anak-anak untuk mati dalam bom bunuh diri di Surabaya itu ibarat "lonceng berbahaya" karena hal itu dapat memicu timbulnya aksi-aksi teror lain yang lebih mengerikan lagi”. Tutup Sauri.

(sgr)

Terkini