KanalBekasi.com - Tokoh Pemuda Kota Bekasi, Ali Imam Faryadi meminta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi dan aparat Kepolisian setempat, seger mengusut tuntas aktor intelektual penyebar selebaran berita hoax yang bertujuan menyerang Calon Wali Kota Bekasi petahana, Rahmat Effendi.
“Kami meminta Panwaslu dan aparat kepolisian segera mengusut tuntas dan menangkap aktor intelektual penyebar selebaran berita bohong tersebut,” kata Imam, Jumat (22/6).
Menurut dia, informasi yang beredar dimasyarakat saat ini, tentunya dapat mencederai tatanan dalam berdemokrasi di negara kita. Sebab, perhelatan pemilu mulai dari kepala negara hingga kepala daerah yang akan dilakukan serentak pada tahun 2018 ini, telah diatur melalui ketentuan dan kesepakatan bersama yang diimplementasikan lewat undang-undang pemilu.
“Jika informasi hoax terus berkembang dan tidak segera diisut, dikhwatirkan akan membuat keresahan ditengah masyarakat. Saat ini dalam berdemokrasi di negara kita, sudah sepakat dan diwujudkan lewat undang-undang pemilihan umum. Semua yang terlibat dalam kegiatan politik harus mampu memberikan pendidikan politik yang baik dan benar kepada masyarakat, ” paparnya.
Ia berharap, apabila ada dugaan temuan dari tim salah satu rival paslon, sejatinya disampaikan kepada pihak berwenang. Tidak melakukan provokasi dengan cara kurang kurang santun, sehingga dapat merusak demokrasi pada perhelatan pilkada serentak tahun ini.
“Kalau memang ada dugaan temuan dari tim paslon lain, sebaiknya disampaikan dengan cara yang baik dan benar. Upaya menyebarkan berita bohong sama saja dengan politik kotor. Kan ada aturannya untuk menyampaikan sesuatu. Tidak melalui upaya provokasi yang malah dapat merusak nilai-niai demokrasi pilkada serentak yang tengah kita lakukan tahun ini,” ungkapnya.
Lebih jauh kata Imam, informasi bohong terkait “perang salib” juga sempat beredar di Kota Bekasi. Aparat kepolisian berhasil meringkus pelaku penyebar informasi hoax tersebut. Namun, sampai saat ini aktor intelektual berita hoax itu, masih terus diburu.
“Kami apresiasi keberhailan aparat kepolisian menangkap pelaku penyebar berita hoax perang salib. Kami juga berharap, pihak kepolisian dapat segera menangkap aktor intelektualnya,” tandas dia.(sgr)