Kamis, 4 Juni 2026

Jejak Merah Green SM, Dari Mogok di Rel hingga Tragedi Berdarah di Bekasi Timur, Benarkah Biang Kerok Kecelakaan Transportasi

Photo Author
Cesconrad Br. Ginmunt, KanalBekasi.com
- Kamis, 30 April 2026 | 19:52 WIB
Tragedi tabrakan kereta di Bekasi Timur memicu evaluasi total terhadap operasional taksi Green SM yang kerap terlibat rentetan kecelakaan. (Foto: CBG/KanalBekasi.com)
Tragedi tabrakan kereta di Bekasi Timur memicu evaluasi total terhadap operasional taksi Green SM yang kerap terlibat rentetan kecelakaan. (Foto: CBG/KanalBekasi.com)

KanalBekasi.com – Nama operator taksi listrik Green SM kini tengah berada di bawah mikroskop publik.

Bukan karena prestasi ramah lingkungannya, melainkan akibat rentetan insiden fatal yang puncaknya melumpuhkan jalur kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.

Tragedi ini bermula dari hal yang nampaknya sederhana namun berdampak sistemik: satu unit taksi Green SM mogok tepat di tengah perlintasan sebidang JPL 85 Ampera.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Akan Pasang Sensor Deteksi di Perlintasan Tanpa Petugas, Buntut Kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line?

Efek Domino yang Mematikan

Insiden mogoknya armada Green SM tersebut memicu rantai kejadian yang mengerikan:

  • Tabrakan Awal: Unit taksi yang tak berdaya di tengah rel dihantam oleh KRL yang tengah melintas.
  • Kemacetan Jalur: Akibat hantaman tersebut, perjalanan KRL di belakangnya terhenti total, termasuk satu rangkaian yang tertahan di area Stasiun Bekasi Timur.
  • Tragedi Utama: Di saat situasi belum terkendali, KA Argo Bromo Anggrek (ABA) yang melaju kencang menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti tersebut.

Kecelakaan besar ini seketika viral di media sosial, memicu kemarahan netizen yang kemudian membongkar kembali "rapor merah" operasional Green SM selama setahun terakhir.

Baca Juga: Jasa Raharja Jamin Hak Korban Kecelakaan Kereta Terpenuhi 

Rapor Merah: Pola Kecelakaan yang Berulang

Publik menyoroti bahwa insiden di Bekasi Timur bukanlah anomali, melainkan puncak dari gunung es masalah keselamatan. Berikut adalah rangkaian catatan hitam Green SM yang kembali mencuat:

  1. Terperosok ke Selokan (1 Januari 2026): Di Ciracas, Jakarta Timur, sebuah unit masuk selokan karena pengemudi kelelahan.
  2. Aksi "Tanpa Sopir" di Tangerang (9 Januari 2026): Sebuah unit mundur sendiri menghantam tiang listrik hingga menjebol kaca restoran ayam goreng. Kasus berakhir damai dengan ganti rugi Rp4 juta.
  3. Naik ke Taman (5 Februari 2026): Kecelakaan tunggal di Citra Garden City, Jakarta Barat, yang memperlihatkan bodi mobil "nangkring" di pembatas jalan.
  4. Nekat Terobos Palang (31 Desember 2025): Di pelintasan Kampung Bandan–Kemayoran, sopir nekat menerobos palang yang sudah tertutup hingga terjadi benturan keras dengan kereta.
  5. Hantam TransJakarta (6 Maret 2025): Insiden di Lenteng Agung saat bus sedang menaik-turunkan penumpang.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Sambut Presiden RI Jenguk Korban Kecelakaan KA di RSUD CAM

Pemerintah Mulai "Gerah"

Rentetan insiden yang melibatkan nyawa dan fasilitas publik ini akhirnya memaksa pemerintah turun tangan. Evaluasi total terhadap operasional Green SM kini menjadi agenda mendesak.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan pemerintah tidak akan tinggal diam melihat kerentanan sistem keselamatan transportasi ini.

“Pemerintah berkomitmen untuk segera melakukan penataan secara menyeluruh, termasuk terkait sistem pengamanan yang memadai di perlintasan kereta api,” ujar Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (28/4/2026).

Halaman:

Editor: Cesconrad Br. Ginmunt

Sumber: KanalBekasi.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X