KanalBekasi.com - Gegap gempita gelaran pesta olahraga akbar se-Asia sudah dibuka. Sebanyak 45 negara ambil bagian pada event empat tahunan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia sebagai penyelenggara menghabiskan dana sekitar 32 triliun untuk persiapan insfratruktur dan penyelenggaraan pertandingan.
Wakil Direktur Pendapatan Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Cahyadi Wanda berkata, biaya yang keluar dari penyelenggaraan dan pembangunan sarana dan prasarana pada Asian Games 2018 memang tidak akan mendapat keuntungan jangka pendek atau balik modal dalam waktu singkat.
“Ini Investasi jangka panjang, kita lihat berapa orang yang terlibat pekerjaan untuk event ini, ada devisa 175 ribu orang yang masuk ke Indonesia,” kata Cahyadi, di Jakarta, Minggu (19/8)
Cahyadi menyebut pengeluaran negara mencapai Rp32 triliun untuk Asian Games (PUPR dan INASGOC), sedangkan pendapatan INASGOC tidak bisa menutupi total target pengeluaran. Dari total anggaran 8,7 Triliun hanya 5 Triliun yang di setujui pemerintah.
“Kurangnya kita cari dari sponsor, walau tidak cukup namun kita maksimalkan,” tambahnya
Lebih lanjut, Cahyadi mengatakan penyelenggaraan Asian Games bukanlah semata untuk mencari keuntungan semata, tapi lebih kepada mengenalkan Indonesia kepada dunia. Event ini lebih kepada national branding. Memperkenalkan pariwisata dan budaya Indonesia
“Harapannya masyarakat terbantu, setidaknya dari sisi kuliner dan pariwisata dan semoga setelah ini akan banyak investor yang masuk,” tegasnya.(sgr)